Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Dengan Metode AHSP

20 Januari 2021 | Hunian Impian | 3657 views

Selain menyiapkan desain interior maupun eksterior untuk hunian, menghitung biaya abngun rumah adalah poin penting yang harus dilakukan sebelum membangun sebuah hunian. Dengan menghitung biaya bangun rumah, Anda bisa merinci secara detail kebutuhan bahan bangunan yang perlu Anda beli serta berapa biaya tukang yang dibutuhkan. Mengetahui jumlah nominal keseluruhan untuk membangun rumah, menghindarkan Anda dari masalah over budget. Pekerjaan Anda pun jadi semakin efisien. 

Cara menghitung biaya bangun rumah bermacam-macam. Salah satunya dengan metode AHSP atau Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Menghitung RAB dengan cara ini bisa menghasilkan hitungan yang terperinci. Dengan AHSP, Anda bisa mengetahui jenis dan jumlah material yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah hunian.  

Misalnya saja, Anda ingin membuat tembok dari bata ringan setebal 10 cm menggunakan mortar siap pakai. Maka gambaran AHSP untuk membuat tembok bata ringan adalah sebagai berikut.  

Uraian

Satuan

Koefisien

Harga Satuan

Jumlah Harga

Tenaga

    

Pekerja

OH

0,300

  

Tukang Batu

OH

0,100

  

Kepala Tukang

OH

0,010

  

Mandor

OH

0,010

  

Bahan

    

Bata Ringan Tebal 10 cm

m3

0,100

  

Mortar Siap Pakai

sak

0,105

  

Dalam tabel tersebut dapat dilihat jika AHSP dibagi menjadi dua, yaitu dari tenaga dan bahan baku. Tenaga adalah berapa nominal nilai jasa yang perlu Ada keluarkan untuk membangun tembok tersebut. Satuan OH disini maksudnya, Orang per Hari. 

Masing-masing komponen dalam tabel tersebut sudah memiliki koefisien yang ditetapkan sesuai dengan standar. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan nominal harga satuan untuk masing-masing item sesuai dengan standar upah masing-masing lokasi. Sangat mudah bukan? Sebagai gambaran perhitungan secara detail, Anda bisa melihat uraian di bawah ini. 

Harga Upah

Misalnya Anda memutuskan untuk menggaji jasa tukang dengan upah harian maka perhitungannya sebagai berikut 

  •     Pekerja : Rp 100.000

  •     Tukang batu : Rp 122.000

  •     Kepala tukang : Rp 150.000

  •     Mandor : Rp 160.000

Maka total budget yang harus Anda keluarkan untuk membuat tembok pasangan bata ringan adalah:

  •     Pekerja : Rp 100.000 x 0,300 = Rp30.000

  •     Tukang Batu : Rp 122.000 x 0.100 = Rp12.200

  •     Kepala Tukang : Rp 150.000 x 0.010 = Rp1.500

  •     Mandor : Rp 160.000 x 0.010 = Rp 1.600

Maka, jumlah nominal keseluruhan upah adalah Rp30.000 + Rp12.200 + Rp1.500 + Rp 1.600 = Rp45.300 

Harga Bahan

Sedangkan untuk menghitung harga barang, Anda cukup memperhatikan koefisien serta satuan. Koefisien adalah jumlah bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah item pekerjaan. Masing-masing item tentu saja berbeda sesuai jenis pekerjaannya. Ambil saja contoh bahan batu ringan dan mortar. 

  •     Batu ringan SCG tebal 10 cm : Rp703.500,-

  •     Mortar siap pakai per sak (40 kg) : Rp100.000,-

Maka cara perhitungan harga barang berdasarkan AHSP untuk membuat satu meter persegi tembok bata ringan sebagai berikut.

  •     Batu ringan SCG tebal 10 cm : Rp703.500 x 0,100 = Rp70.350

  •     Mortar siap pakai per sak (40 kg) : Rp100.000 x 0,105 = Rp10.500

Total harga bahan adalah Rp70.350,- + Rp10.500,- = Rp80.850

Maka harga total untuk membuat satu meter persegi tembok bata ringan adalah Total Harga Upah + Total Harga Bahan = Rp45.300 + Rp80.850 = Rp126.150

Setelah Anda mendapatkan nominal harga tembok bata ringan per 1 meter persegi. Langkah selanjutnya adalah dengan mengalikan luas area bangunan Anda. Misalnya saja untuk rumah seluas 120 meter persegi. Maka, total harga untuk membuat tembok pada rumah tersebut adalah = 120 x Rp 126.150 = Rp15.138.000.

Nah, itu tadi cara hitung biaya bangun rumah menggunakan metode AHSP. Anda bisa menggunakan metode ini sebagai salah satu cara menghitung estimasi biaya bangun rumah.



Berita Lainnya