Produk Semen
Produk Semen

Panduan Memilih Semen dan Cara Menghitung Kebutuhan Semen

16 Desember 2020 | Hunian Impian | 7908 views

Semen sudah menjadi kebutuhan wajib ketika ingin mendirikan bangunan. Sebagai material utama, semen biasa digunakan untuk pengerjaan struktur beton, pemasangan dinding, plesteran, pemasangan keramik, dan lain-lain. Selain itu, juga kerap dipakai untuk mengikat berbagai bahan konstruksi seperti pasir, bata merah, dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang masih awam akan dunia konstruksi, mungkin merasa kesulitan dalam menentukan jenis semen mana yang sesuai. Anda bisa menyimak panduan memilih kualitas semen berikut beserta cara menghitung kebutuhan semen. 

Jenis-jenis Semen

Ketika Anda berada di toko bangunan, banyak tersedia jenis semen yang dijual. Tiap kualitas semen punya karakteristik, kegunaan, dan keunggulan tergantung dari komposisinya. Kualitas semen memiliki pengaruh pada kekuatan struktur serta daya tahan bangunan. Berikut jenis-jenis semen yang patut Anda pahami. 

Ordinary Portland Cement (OPC)

Jenis PCC (Ordinary Portland Cement) merupakan yang paling sering digunakan dan diproduksi di berbagai belahan dunia. Biasanya dipakai untuk banyak keperluan, termasuk membangun rumah, gedung bertingkat, landasan pacu, dan jalan raya. 

Portland Pozzolana Cement (PPC)

PPC (Portland Pozzolana Cement) kerap digunakan untuk konstruksi yang perlu kekuatan dan daya tahan, contohnya seperti jembatan, jalan raya, perumahan, bendungan, hingga bangunan irigasi. Tingkat ketahanan terhadap panas dan air jauh lebih tinggi dibanding OPC. 

Rapid Hardening Cement

Kandungan kapur yang tinggi pada jenis semen Rapid Hardening Cement membuatnya cepat mengeras. Kekuatannya lebih tinggi dari OPC. Jenis semen ini biasa digunakan untuk konstruksi beton atau pengerjaan jalan agar lebih menghemat waktu. 

Quick Setting Cement

Pengaturan waktu pada Quick Setting Cement lebih sedikit daripada jenis semen OPC, yaitu pengaturan awal 5 menit dan pengaturan waktu akhir 30 menit. Pengaturan yang cepat tersebut sering dipakai untuk pengerjaan beton di bawah air dan beton di cuaca dingin karena mempunyai daya tahan tinggi terhadap air. 

Semen Putih

Semen putih atau juga disebut semen abu-abu merupakan varian dari White Portland Cement. Warna putih berasal dari adanya penambahan iron dan mangan saat proses produksi. Biasa dipakai untuk keperluan dekorasi, mulai dari pemasangan keramik, dempul dinding, atau pengerjaan teras. 

Semen Mortar

Komposisi dari semen Mortar terdiri dari semen, pasir, filler, dan tambahan khusus lain untuk membuatnya lebih cepat kering. Jenis semen ini cukup banyak digemari karena praktis, mudah diolah, dan efisien. 

Cara Hitung Biaya Kebutuhan Semen

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, selanjutnya Anda bisa memahami bagaimana cara menghitung biaya kebutuhan semen ketika ingin membangun rumah atau lainnya. Berikut langkah-langkah sederhananya. 

Ukur luas ruangan terlebih dahulu. Misalnya, Anda ingin membangun ruang dengan ukuran 4m x 5m, maka luas bidang yang disemen tinggal dikali dan hasilnya yaitu 20 m persegi. 

Sehabis mengukur luas ruangan, Anda bisa lanjut menggunakannya dengan kebutuhan semen per meter persegi. Sebagai contoh, 20 m² x 9,8 kg = 196 kg semen. 

Hitung berapa sak semen yang harus dibeli. Jika memilih semen dengan berat 40 kg, maka semen yang dibutuhkan yaitu 196:40 kg = 4,9 sak atau dibulatkan menjadi 5 sak semen. 

Kalikan lagi kebutuhan sak dengan harga semen. 

Harga dari sak semen sebenarnya tergantung dari jenis semen apa yang ingin Anda gunakan. Semen Tiga Roda menghadirkan beberapa jenis semen yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Mulai dari Semen PCC, PC Jenis II (cocok diaplikasikan pada beton), PC Jenis V (daya tahan baik terhadap kadar sulfat tinggi), hingga semen putih. Cari merk semen terbaik? Gunakan Master Semen Berkualitas, Semen Tiga Roda



Berita Lainnya