7 Tips Membuat Anggaran Biaya Bangun Rumah Tahun 2020

13 Agustus 2020 | | 531 views

Jika Anda berencana untuk membangun rumah, Anda mungkin sudah melakukan beberapa penelitian awal tentang cara hitung biaya rumah atau menjumlah estimasi biaya bangun rumah. Ini adalah proses yang cukup rumit tapi sangatlah penting. Sebetulnya membuat rencana anggaran biaya rumah tidak sesulit yang dikira, hanya saja membutuhkan ketelitian dan perincian yang tepat. Untuk membantu Anda membuat anggaran biaya bangunan rumah, cobalah untuk menerapkan tips berikut ini!

1. Buat perencanaan konstruksi rumah sematang mungkin

Perencanaan adalah bagian yang sangat penting dalam proses konstruksi. Pastikan Anda dengan cermat merencanakan detail rumah Anda. Ke arah mana rumah akan menghadap, material apa yang ingin digunakan, hingga berapa daya listrik yang dibutuhkan. Beberapa situs yang bisa membantu Anda untuk membuat perencanaan konstruksi rumah adalah Floorplanner dan RoomSketcher. 

Anda juga bisa mulai melacak ide-ide desain yang menginspirasi, bisa diambil dari Pinterest. Dengan referensi yang ada, akan lebih mudah menunjukkan pada pembangun nantinya bahan apa yang baik digunakan sebelum konstruksi dibangun. 

2. Estimasi biaya bangun rumah lebih dari yang dianggarkan

estimasi biaya bangun rumah

Tidak peduli seberapa besar Anda pikir proses pembangunan rumah akan memakan biaya, biasanya budget yang akan Anda keluarkan jauh lebih besar dari anggaran. Ini karena selama proses pembangunan ada saja item yang tidak termasuk dalam taksiran. 

Misalnya, pembangun Anda kemungkinan tidak termasuk biaya seperti meter listrik dan gas, koneksi internet & kabel atau penutup jendela. Ini dikenal sebagai biaya penyelesaian, dan biasanya biaya ini berkisar antara 15 hingga 25% dari anggaran biaya yang sudah di budget. 

3. Mencoba hitung biaya desain rumah

Saat ini, menghitung biaya desain rumah dapat dilakukan dengan 2 metode. Pertama berdasarkan meter persegi bangunan, kedua berdasar persentase RAB. Dari kedua metode tersebut, metode pertama yang paling sering ditawarkan oleh arsitek Indonesia dan lebih menguntungkan Anda sebagai pemilik rumah lantaran tarif desain sudah ditentukan di awal. Saat ini rata-rata arsitek di Jakarta memasang tarif desain dengan perhitungan 5% sampai 7% luas lahan x Rp5 juta. Sementara di kota lain perhitungannya Rp1 jutaan x per meter persegi luas lahan. 

4. Survei harga bahan bangunan lebih dulu

Sebelum menentukan budget berapa estimasi biaya bangun rumah, Anda harus lebih dulu melakukan survei harga bahan bangunan. Ini karena biaya bahan bangunan bisa menjadi salah satu faktor penentu berapa budget yang Anda butuhkan untuk membangun rumah. Biasanya harga satu toko dengan yang lainnya berbeda-beda. Luangkan waktu khusus untuk melakukan survey harga bahan bangunan antara toko satu dengan toko lainnya. 

5. Susun perencanaan material bangunan

Setelah survei harga dan juga menghitung anggaran desain rumah. Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah membuat daftar material bahan bangunan apa saja yang diperlukan sekaligus estimasi harganya. Umumnya kebutuhan material semua jenis rumah sama. Perbedaannya hanya pada volume material yang dibutuhkan karena berkaitan dengan desain dan luas lahan. 

6. Menghitung volume pekerjaan

cara hitung biaya bangun rumah

Cara hitung biaya bangun rumah untuk RAB adalah dengan menghitung volume pekerjaan. Volume dalam rencana anggaran bangunan ini tidak selalu dalam satuan meter kubik, tetapi bisa juga dalam satuan meter, atau meter persegi. 

Salah satu contoh menghitung volume pekerjaan dalam meter persegi adalah pemasangan keramik lantai, pemasangan batu bata pada dinding, plesteran dinding, pemasangan atap, dan lain sebagainya. Sedangkan penghitungan untuk volume dalam satuan meter kubik seperti pekerjaan galian tanah, pondasi batu, dan juga pengecoran beton.

7. Pilih teknik perhitungan sesuai keinginan

Ada 2 cara hitung biaya bangun rumah yang bisa Anda terapkan. Yang pertama adalah perhitungan berdasarkan harga satuan. Perhitungan ini ada kaitannya dengan rincian detail pekerjaan yang akan dilakukan, material, volume pekerjaan, dan upah pekerja. Kedua perhitungan berdasarkan meter persegi yang jauh lebih mudah. Hanya perlu luas lantai yang akan dibangun dan tingkat kesulitan detail bangunan.

 


Berita Lainnya