Rincian Biaya Bangun Rumah 2020 Yang Perlu Anda Ketahui

27 Juli 2020 | Hunian Impian | 5218 views

Setiap orang tentunya ingin memiliki hunian sesuai yang diimpikan. Namun untuk mewujudkan hal ini, Anda butuh perencanaan yang matang. Langkah pertama untuk mewujudkan keinginan ini adalah dengan membuat RAB, supaya bisa menentukan budget yang Anda butuhkan untuk membangun rumah. Dengan membuat biaya bangun rumah, maka Anda tidak perlu khawatir soal over budget selama proses pembangunan nanti. 

RAB juga akan membantu Anda untuk memiliki patokan perhitungan yang jelas. Dalam RAB, masukkan secara mendetail mulai dari harga bahan bangunan, tarif desain, tarif pekerja harian atau borongan, penggunaan listrik, dan lain-lain. Jangan sampai ada yang terlewat ya! Untuk memudahkan Anda membuat RAB, berikut ini rincian biaya bangun rumah 2020 yang perlu Anda tahu. 

1. Perhitungan luas bangunan

Langkah pertama yang harus Anda ketahui saat membuat rincian RAB adalah dengan menghitung luas bangunan. Lakukan pengukuran luas bangunan lebih dulu, Anda bisa melibatkan sang ahli dalam melakukan fase ini supaya tidak terjadi kesalahan. Perlu diingat, semakin luas bangunan yang akan dibangun, maka semakin besar anggaran yang dibutuhkan. 

2. Perhitungan per meter persegi

Lakukan anggaran perhitungan per meter persegi secara menyeluruh. Misalnya saja, untuk material bangunan seperti dinding, langit-langit, lantai, dan juga finishing. Dengan mengetahui ukuran rumah dan anggaran per meter persegi akan membantu Anda memperkirakan total biaya bangun rumah sampai selesai berdiri. Seperti ini simulasinya, misalnya Anda membangun rumah dengan luas 300 meter persegi.

Ukuran rumah dengan panjang 30 meter dan lebar 10 meter = 300 meter persegi. 

Hitungan total biaya pembangunan per meter persegi adalah Rp4 juta. 

Maka total anggaran membangun rumah adalah 300 m² (ukuran rumah) x Rp4 juta (total biaya pembangunan per meter persegi) = Rp1,2 miliar.

3. Hitung biaya bahan bangun diluar pembangunan

Usai menghitung anggaran bangunan rumah, Anda juga harus memperkirakan jumlah biaya bangunan yang digunakan untuk perabotan ataupun interior untuk rumah baru. Beberapa biaya yang harus Anda perkirakan adalah biaya administrasi pajak rumah, biaya pengurusan IMB, dan lain-lain. 

4. Hitung ongkos tukang harian

Anda bisa memasukkan perhitungan ini di akhir, akan tetapi akan lebih baik jika Anda sudah lebih dulu tahu berapa kisaran biaya tukang harian supaya perhitungkan Anda lebih rinci.  Pilih jasa tukang bangunan yang kredibel, dan dapat dipercaya supaya proses pembangunan rumah Anda lancar. Ini juga bagian dari langkah untuk menghindari resiko kecurangan yang dilakukan oleh tukang bangunan. Berikut daftar harga ongkos tukang bangunan sesuai dengan tugas dan bidang pekerjaannya.

  • Tukang gali: Rp90.000 per hari

  • Tukang kayu: Rp120.000 per hari

  • Tukang batu: Rp120.000 per hari

  • Tukang besi beton: Rp135.000 per hari

  • Tukang cat atau plitur:  Rp120.000 per hari

  • Tukang besi profil: Rp130.000 per hari

  • Tukang listrik: Rp125.000 per hari

  • Tukang ledeng: Rp120.000 per hari

  • Asisten tukang: Rp100.000 per hari

  • Mandor bangunan: Rp200.000 per hari

Dari daftar harga tersebut, Anda bisa menyesuaikan sendiri berapa jumlah tukang yang Anda butuhkan. Semakin sedikit jumlah tukang yang dipekerjakan, maka makin kecil juga biaya yang akan dikeluarkan. Anda juga bisa memilih untuk menentukan jenis tukang borongan atau harian. 

5. Perhitungkan biaya tak terduga

Selain rincian biaya tersebut, Anda juga perlu memperhitungkan biaya tak terduga jika sewaktu-waktu ada hal-hal mendesak selama proses pembangunan yang harus Anda bayar. Sisihkan budget setidaknya 10 persen dari total biaya pembangunan rumah yang sudah dianggarkan. Biaya ini bisa Anda gunakan untuk carport, hingga tambahan properti.



Berita Lainnya