Kedai Kopi dalam Hunian

15 Mei 2018 | Gaya Hidup | 549 views

Sahabat Tiga Roda, di tengah kehidupan urban saat ini banyak orang senang berkunjung ke kedai kopi untuk bekerja sembari menyesap secangkir kopi racikan seorang barista. Fasilitas Wifi, tempat duduk yang nyaman, dan harum aroma kopi yang menenangkan membuat para pengunjung betah berlama-lama di tempat ini. 

Banyak orang yang memimpikan dapat menciptakan suasana serupa dalam hunian mereka. Mimpi tersebut bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Membuat kedai kopi dengan menggunakan konsep industrial, victorian, atau klasik dapat diterapkan di dalam hunian.

Namun, penghuni rumah mesti membedakan fungsi rumah dan kedai kopi. 

Kesadaran bahwa rumah adalah tempat bernaung, belajar, beristirahat, dan berkegiatan bersama keluarga, membuat fungsi rumah menjadi lebih rumit. Sementara itu, fungsi kedai kopi hanya sebagai tempat beraktivitas dengan jangka waktu terbatas, sehingga lebih cocok sebagai tempat persinggahan saja. Jadi, desain kedai kopi harus selaras dengan fungsi utama dari hunian Sahabat Tiga Roda. 

Langkah awal sebelum membuat kedai kopi dalam hunian adalah menentukan tema besar yang diselaraskan dengan bentuk rumah, luas ruangan, dan perabotan yang terlebih dahulu dimiliki. Dengan demikian, perabotan yang sudah dimiliki oleh Sahabat Tiga Roda tetap dapat dipakai. 

Memilih menerapkan desain kedai kopi dalam hunian harus memperhatikan tiga hal. 

Pertama, tata letak perabotan dalam hunian. Furnitur yang digunakan tidak boleh membatasi ruang gerak penghuninya.


Pada umumnya, tata letak kedai kopi merapatkan meja dan kursi pelanggan. Hal ini, tidak perlu diterapkan ke dalam desain kedai kopi dalam hunian Sobat Tiga Roda. Peletakkan coffee table dan sofa dapat di tempatkan dengan jarak setengah meter hingga 1 meter.

Kedua, bentuk furnitur harus aman bagi penghuni. Selama ini, manajemen kedai kopi banyak memanfaatkan furnitur kayu dan besi yang memberi kesan rustic industrial.


Kebanyakan furnitur yang digunakan pada desain ini bersudut tajam dan berbahaya bagi anak kecil. Pilihlan perabotan dengan bersudut melingkar, tetapi tidak mengurangi fungsi penunjang bagi penghuni. 

Ketiga, segi pencahayaan harus fleksibel. Meskipun menggunakan pendaran cahaya yang membias temaram lebih nyaman, tetapi tidak menutup kemungkinan Sahabat Tiga Roda memakai lampu putih agar lebih terang saat digunakan untuk membaca atau beraktivitas. 

Ketiga hal itu harus diterapkan Sahabat Tiga Roda secara seimbang. Jangan sampai, upaya maksimal yang diterapkan untuk pencahayaan tidak dibarengi dengan penempatan, dan pemilihan furnitur yang tepat.

Untuk ikut promo "Berburu Poin", silahkan login disini.

Berita Lainnya