Cara Jitu Memaksimalkan Basement

20 Februari 2018 | Gaya Hidup | 1891 views

Ruang basement atau ruang bawah tanah sering dijumpai di segala jenis bangunan baik perkantoran maupun rumah pribadi. Ruang bawah tanah di gedung perkantoran biasanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir atau gudang. Bagaimana dengan hunian pribadi? Di Tanah Air, penggunaan ruang bawah tanah masih belum banyak dilirik pemilik rumah.

Padahal jika dalam hunian Sahabat Tiga Roda memiliki ruang bawah tanah, maka lebih leluasa menyimpan barang atau menggunakannya sebagai studio untuk menonton film bersama seluruh anggota keluarga.

Meskipun ruang bawah tanah dapat difungsikan untuk beragam kegunaan, tetapi tetap tidak cocok untuk dipakai sebagai ruang primer seperti kamar tidur. Sifat ruang bawah tanah yang lembab akan mengurangi kenyamanan tidur.

Berbeda ceritanya jika penghuni memanfaatkan ruang bawah tanah sebagai studio, ruang berlatih musik, atau ruang karaoke yang membutuhkan ruang kendap suara. Kebutuhan tersebut dapat diaplikasikan pada ruang bawah tanah. Meskipun ruang bawah tanah dapat menambah fungsional di dalam bangunan, tetapi banyak hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengaplikasikan ruangan ini.

Ciri khas ruang bawah tanah yang lembab seringkali berakibat pada cat yang sering mengelupas dan tidak dapat melekat rata pada dinding. Untuk mengatasi kendala ini, Anda dapat menyikapinya dengan memilih cat yang tahan air.

Oleh karena itu, sebelum mendesain ruang bawah tanah, ada baiknya Anda mengenal lebih dahulu jenis ruang bawah tanah untuk berbagai jenis rumah.

Hal ini perlu dilakukan agar ruang bawah tanah dapat diaplikasikan secara maksimal.

Pertama, adalah walk-out basement.


Rancangan seperti ini biasanya dimiliki rumah-rumah yang terletak di daerah landai, sehingga memungkinkan sebagian dari ruang bawah tanah dapat diakses dari luar rumah.

Sementara itu, bagian lain ruangan itu bisa juga diakses dari lantai rumah di atasnya. Ruangan ini biasanya difungsikan sebagai garasi, ruangan gudang, atau bahkan di tempati sebagai kamar.

Kedua, adalah jenis look-out basement.

Rancangan ruangan ini biasanya memiliki jendela yang bisa digunakan untuk melihat suasana di luar ruang bawah tanah. Hal ini dikarenakan desain tembok bawah tanah yang memang dibuat sedikit lebih tinggi dibanding tanah di sekitar rumah. Sehingga memunculkan dinding sisa yang bisa dimanfaatkan untuk menempatkan jendela.

Ruangan ini cocok untuk dijadikan kamar atau ruangan yang cukup sering digunakan untuk beraktivitas. Sebab adanya jendela membuat sirkulasi udara dan cahaya bisa terjadi di ruang bawah tanah ini.

Ketiga, ruang bawah tanah jenis walk-up adalah ruang yang di dalamnya memiliki akses masuk terpisah dari rumah utama, yang wujudnya bisa berupa tangga atau pintu. 


Sehingga penghuni yang ingin mengakses atau masuk ke dalamnya tidak perlu melewati ruang yang ada di dalam rumah terlebih dahulu.

Keempat, ruang bawah tanah yang berjenis cellar.

Jenis ruang ini lebih banyak digunakan untuk menyimpan makanan, minuman atau benda yang memerlukan suhu khusus yang stabil.

Biasanya pula ruangan ini tidak terlalu tinggi, sehingga kurang layak untuk dijadikan ruangan yang sering digunakan untuk melakukan aktivitas rutin pemilik rumah. Konsep ruangan ini memang lebih banyak digunakan di daerah yang mengenal empat musim.

Untuk ikut promo "Berburu Poin", silahkan login disini.

Berita Lainnya