Bahan Material Bangunan Rumah Terbaru Teraso Lantai (Bag. 1)

22 Mei 2015 | Gaya Hidup | 24209 views

Teraso (Terrazo) adalah bahan material bangunan rumah yang digunakan sebagai pentup (finishing) lantai dan dinding ataupun furniture lainnya. Teraso lantai sifatnya seperti marmer buatan. Ada dua jenis teraso lantai, yakni yang permukaannya mengkilap dan yang permukaannya kasar (pebble wash). Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan pada batuan campurannya (Terrazo stone).

Kilas Balik Teraso

Teraso (Terrazo) berasal dari kata Italia “terrazza”, yang artinya teras, atau penutup lantai untuk teras depan rumah. Teraso adalah merupakan hasil limbah daru penambangan marmer yang diolah kembali menjadi bahan penutup lantai alternative. Industri teraso di Italia lahir sejak tahun 1920. Munculnya produk teraso di Indonesia tidak lepas dari sejarah masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Produk teraso dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda beserta teknologi pembuatannya. Produksi dan industry teraso di Indonesia mulai ada sejak 1957.

Seperti disamapaikan oleh Direktur PT. Ubin Alpen Indonesia, Arianto Sutanto atau yang biasa disapa Pak Ong, sebagai salah satu pelopor industry dan pabrik lantai teraso pertama di Indonsia, pada awalnya bentuk dan ukuran batu teraso cukup kecil yaitu berkisar antara 5-7 mm. Teraso mulai diminati masyarakat Indonesia karena mengandung unsur prestise, khususnya golongan menengah ke bawah sebeblumnya menggunakan ubin semen. Apabila digolongkan klasifikasi produk penutup lantai adalah sebagai berikut

Golongan bawah          : ubin semen
Golongan menengah   : teraso
Golongan atas               : marmer dan granit

Produk Teraso mulai ‘booming’ di pasar Indonesia padqa tahun 1970-1980, ditandai dengan munculnya ratusan pabrik teraso yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada saat itu motif batu teraso sudah mulai beragam, mulai dari batu serpihan alam, serpihan kaca, potongan ubin porselen, sampai dengan kepingan kerang laut. Permintaan pasar yang besar pada tahun tersebut adalah batu teraso dengan ukuran 0,5-3 cm.

Pada masa keemasan tersebut, bahan lantai teraso mencapai 80 persen dari total produk penutup lantai. Masyarakat pengguna pada saat itu menempatkan produk teraso lantai sebagai produk alternative utama untuk penutup lantai bangunan, dimana teraso digunakan dari mulai rumah tinggal, kantor, hotel, dan gedung-gedung lainnya, kecuali di sekolah-sekolah yang masih menggunakan ubin semen.

Harga lantai teraso pada saat itu yang sangat terjangkau bila dibandingkan marmer atau granit, tapi tetap berkelas bila dibandingkan ubin semen. Karakteristik atau ciri khas lainnya yang menyebabkan teraso disukai masyarakat karena faktor kenyamanan, kebersihan, dan kekuatan (tahan lama).

Namun sungguh disayangkan, produk teraso terganggu akibat masuknya produk keramik di pasar Indonesia di tahun 1980-an (1982-2983). Produk keramik menjadi alternative pilihan masyarakat karena mempunyai motif yang sangat beragam dan harga yang sangat kompetitif. Hingga tahun 1990-an, pasar teraso di Indonesia ‘collapse’, dan menyisakan jumlah pabrik yang hanya bisa dihitung jari untuk di setiap provinsi di Indonesia.

Ciri khas produk teraso

Corak ataupun motif yang terdapat pada teraso lantai terdiri dari pecahan batu dengan ukuran maupun bentuknya beragam, dan kombinasi warnanya tergantung dari jenin batuan yang digunakan. Karena teraso lantai bersifat marmer buatan, maka pecahan batuan marmer yang dipakai dapat berasal dari berbagai tempat sesuai dengan selera dan fungsinya. Besarnya nilai seni dari teraso lantai akan muncul pada motif yang ditampilkan. Industri teraso di Indonesia yakni teraso Surabaya dan teraso Bandung serta teraso Bali membuat teraso lantai dengan system precast dalam berbagai ukuran, diantaranya 20 cm x 20 cm sampai 60 cmx 60 cm.

Karakter yang melekat kuat pada teraso adalah teraso lantai mampu memberikan rasa dingin dalam keadaan cuaca panas dan sebaliknya teraso mampu memberikan rasa hangat bila udara dingin. Hal tersebut terjadi karena adanya faktor prrositas yang terdapat pada teraso lantai. Selain itu teraso lantai mempunyai sifat yang dapat menyerap cahaya.

Dengan demikian, teraso floor dapat memberikan rasa kenyamanan yang tinggi pada penghuni. Produk teraso floor memiliki kekuatan dan durability (daya tahan) yang tinggi. Dilihat dari kualitas bahan pokok yang digunakan terdiri dari pecahan batu marmer, semen putih/abu abu Tiga Roda dan pasir silica, maka tidak diragukan lagi dalam hal kekuatan.

Bangunan-bangunan tua (gedung, rumah tinggal, hotel, dan sebagaianya) yang menggunakan lantai teraso adaalh salah satu bukti bahwa teraso bathub memiliki daya tahan yang tinggi. Karena bukti kualitas produk maka hotel, pabrik, dan perkantoran merupakan konsumen tetap teraso cor hingga saat ini.

Motif Umum yang digunakan pada produk lantai teraso adalah pecahan batu marmer (sisa penambangan batu marmer). Namun dalam perjalanannya, motif teraso tile juga dapat menggunakan pecahan kaca maupun bahan lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motif teraso merupakan bahan recycling yang dikemas pada produk teraso tile sehingga bernilai seni tinggi.



Berita Lainnya