Rumah Kompleks VS Rumah Cluster

07 Juli 2017 | Gaya Hidup | 473 views

Rumah tentunya menjadi salah satu kebutuhan primer yang harus dimiliki setiap keluarga. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat berlindung, rumah juga menjadi tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Karena itulah, banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih rumah. Mulai dari kesesuaian dengan kebutuhan setiap anggota keluarga, harga, keadaan lingkungan sekitar,hingga faktor keamanan menjadi hal-hal utama yang nantinya akan menentukan pemilihan rumah. Saat ini, sebagian besar warga Indonesia masih memilih tinggal di dalam  rumah yang area kompleks. Sementara itu sebagian lainnya memilih rumah dengan sistem cluster.  Rumah di dalam area cluster biasanya hanya terdiri dari sejumlah rumah serupa yang tidak mempunyai pagar penghalang antara satu rumah dengan lainnya. Jumlah unit rumah di dalam cluster biasanya lebih sedikit dibanding unit yang dibangun di kompleks.

Nah.. buat Sahabat Tiga Roda yang sedang dalam rencana memiliki rumah, yuk kita bahas kelebihan dan kekurangan tinggal di dalam rumah di area kompleks dan juga di dalam cluster!

1. Faktor Lokasi

Jika dilihat dari faktor lokasi, umumnya kompleks perumahan memerlukan lahan yang lebih luas untuk pembangunannya, sehingga digunakanlah lahan yang benar-benar baru dan biasanya belum banyak akses atau angkutan umum disekitarnya. Selain itu, jarak rumah dengan pintu masuk kompleks cukup jauh. Sedikit berbeda dengan cluster, pembangunan cluster biasanya memanfaatkan lahan yang lebih sempit sehingga jumlah rumahnya pun lebih sedikit dibandingkan jumlah rumah yang ada di kompleks.

2. Faktor Keamanan

Umumnya, kompleks perumahan lama mempunyai beberapa akses jalan masuk. Hal ini membuat tingkat keamanannya agak rendah.Biasanya di setiap akses masuk disediakan pos petugas keamanan yang di organisasikan oleh warganya. Namun untuk kompleks baru, biasanya sudah memperbaiki sistem keamanannya.

Berbeda dengan cluster, umumnya perumahan yang ada di dalam cluster cuma mempunyai satu jalur masuk dan keluar, serta sudah dilengkapi dengan CCTV 24 jam. Hal ini tentunya memudahkan penjaga untuk memantau aktivitas di dalam cluster.Selain itu, di beberapa cluster telah memberlakukan sistem ID Card, jadi hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan untuk memasuki cluster tersebut. Sementara orang di luar warga cluster diwajibkan untuk meninggalkan tanda pengenal pada petugas keamanan jika ingin masuk ke dalam cluster.

3. Faktor Fasilitas

Lingkungan kompleks yang luas memungkinkan tersedianya berbagai fasilitas, mulai sekolah, tempat berbelanja, pusat kebugaran, lapangan tenis, kolam renang, taman, hingga klinik kesehatan. Sedangkan pada cluster yang memiliki lahan terbatas biasanya fasilitas umum seperti sekolah, klinik kesehatan, atau tempat perbelanjaan ikut ke fasilitas yang sudah ada di dalam lingkungan tersebut. Namun, belakangan ini, mulai banyak diciptakan cluster-cluster kecil yang berada di dalam satu ruang lingkup perumahan yang besar dengan segala fasilitas pendukung perumahan yang memadai.

4. Faktor Lingkungan Sekitar

Di dalam sebuah kompleks, karena banyaknya unit rumah membuat kita sulit mengenal seluruh tetangga dengan baik apabila tidak dibentuk sebuah susunan organisasi pengurus atau fasilitas yang menjembatani sosialisasi antar warga kompleks yang baik.

Di sisi lain, jumlah warga yang terbatas dan tidak adanya pagar pembatas antar rumah membuat suasana cluster terasa lebih akrab. Kita tentu bisa dengan mudah bertegur sapa dengan tetangga di sekitar.

5. Faktor Arsitektur Rumah dan Lansekap

Jika di dalam sebuah kompleks, umumnya setiap warganya diperbolehkan membangun rumahnya dengan arsitektur dan lansekap yang diinginkan asal tidak mengganggu tetangganya. Hal ini sulit diterapkan di dalam perumahan cluster yang design bangunan hingga lansekap taman sangat dijaga keasrian dan keteraturannya. Dengan aturan ini, warganya tidak dapat melakukan banyak perubahan permanen pada design bangunan.

Semoga artikel ini bisa membantu Sahabat Tiga Roda yang sedang bingung memilih rumah di kompleks atau di cluster ya! 


Berita Lainnya